terhadap mereka yang sudah menemukan jalanya rezeki, kita kadang sering menilai, "Begitu mudah mereka mendapatkan semuanya. Dengan hanya bermodalkan ucapan saja, segalanya dapat dikendalikan tanpa harus repot-repot kerja keras banting tulang. "Ma'af anda jangan sampai picik dalam menilai seseorang. Karena, sebelum kita menilai mereka sebenarnya mereka sudah banyak melakukan usaha untuk kesuksesan yang sekarang dinikmatinya.emang bagi mereka yang sudah menemukan jalan, seakan segala rizki berpihak kepadanya. Tetapi untuk mereka yang masih dalam kesempitan, seakan terlalu sulit untuk mendapatkan rizki, walaupun hanya untuk sesuap nasi.
Sudah mafhum adanya bahwa setiap orang mempunyai nasib yang berbeda, namun nasib seseorang bisa berubah tergantung orang tersebut mau merubahnya atau tidak ya dengan istilah Kasab lan ikhtiyar pri bahasa kerenya.he...
Terkadang ada orang yang seperti magnet dalam menemukan keberuntungan. Rezeki yang datang dari arah mana saja, ia gampang mendapatkanya. Sementara orang laen yang sudah terhimpit malahsemakin terpuruk. Ada apa dengan semua ini? Apakah tuhan selalu memilih orang yang mau dikasih, kalau begitu tuhan pilih kasih? Masalahnya tidak demikian. Akan tetapi, baiklah mari kita kaji dengan diskripsi yang paling mudah istilahnya gampang giti lho sob...
ok."
Dalam hal ini, saya memakai pemahaman bahwa "rezeki ibarat sinyal pemancar". jika kita berargumen demikian maka kita akan mempunyai bukti. Contohny kita mempunyai HP yang dekat dengan tranit pemancar maka hasil sinyal yang ada di HP semakin baik atau kuat. Namun jika HP tersbut jauh dari transit pemancar maka sinyal yang didapat semakin lemah. semakin jauh lagi dari transit pemancar maka sangat munkin HP tidak akan mendapatkan sinyal, walaupun HP tersebut harganya mahal. Namun karena HP tersebut dekat dengan transit, walaupun HP hargany murah, maka sinyal yang ada dalam HP akan bagus dan kuat.
Begitu juga seorang hamba yang selalu dekat dengan Allah, maka Allahakan selalu memberikan kemudahan kepada hambaNYA. Naun, apabila seorang hamba jauh dengan Allah, maka ia akan seperti HP yang jauh dari transitsebagai mana ibarat diatas.
Sudah mafhum adanya bahwa setiap orang mempunyai nasib yang berbeda, namun nasib seseorang bisa berubah tergantung orang tersebut mau merubahnya atau tidak ya dengan istilah Kasab lan ikhtiyar pri bahasa kerenya.he...
Terkadang ada orang yang seperti magnet dalam menemukan keberuntungan. Rezeki yang datang dari arah mana saja, ia gampang mendapatkanya. Sementara orang laen yang sudah terhimpit malahsemakin terpuruk. Ada apa dengan semua ini? Apakah tuhan selalu memilih orang yang mau dikasih, kalau begitu tuhan pilih kasih? Masalahnya tidak demikian. Akan tetapi, baiklah mari kita kaji dengan diskripsi yang paling mudah istilahnya gampang giti lho sob...
ok."
Dalam hal ini, saya memakai pemahaman bahwa "rezeki ibarat sinyal pemancar". jika kita berargumen demikian maka kita akan mempunyai bukti. Contohny kita mempunyai HP yang dekat dengan tranit pemancar maka hasil sinyal yang ada di HP semakin baik atau kuat. Namun jika HP tersbut jauh dari transit pemancar maka sinyal yang didapat semakin lemah. semakin jauh lagi dari transit pemancar maka sangat munkin HP tidak akan mendapatkan sinyal, walaupun HP tersebut harganya mahal. Namun karena HP tersebut dekat dengan transit, walaupun HP hargany murah, maka sinyal yang ada dalam HP akan bagus dan kuat.
Begitu juga seorang hamba yang selalu dekat dengan Allah, maka Allahakan selalu memberikan kemudahan kepada hambaNYA. Naun, apabila seorang hamba jauh dengan Allah, maka ia akan seperti HP yang jauh dari transitsebagai mana ibarat diatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar