Orang jawa pada umumnya mengerti apa itu Rabu wekasan. Hemat penulis, penafsiran ini hanya menunjukan bahwa hari itu adalah hari kesialan yang terus menerus, istilah hari naas yang terus menerus atau yaumi nahsin terdapat dalam hadist nabi. tersebut dalam Faidh al- Qadir ,juz 1 hal. 45 Rasulalloh bersabda:
''Akhiru Arbi'ai fi al-syahri yawmu nahsin mustammir
(Rabu terakhir setiap bulan adalah sial terus)
Hadis ini lahirnya bertentangan dengan hadist shahih riwayaat imam al-Bukhari:
'' Tidak ada wabah(yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula ramalan sial, tidak pula burung hantu, dan tidak ada kesialan pada bulan shafar. Menghindarlah dari penyakit kusta sebagaimana engkau menghindari singa. (H.R. imam al-Bukhari dan Muslim).
Ungkapan hadist tersebut bermaksud meluruskan keyakinan golongan jahiliyyah karena pada masa itumereka berikeyakinan bahwa penyakit itu dapat menular dengan sendirinya, tanpa bersandar dari ketentuan takdir Allah swt. dan banyak hal yang bisa dijabarkan dalam hadist tersebut. berti kemungkinan hadist tersebut dhaif. namun hadist tersebut bila dikompromikan pun maknanya bahwa kesialan yang terus menerus itu hanya berlaku pada yang mempercayainya .Bukankah Hari-hari itu pada dasarnya netral? mengandung kemungkinan baik dan jelek sesuai dengan ikhtiyar perilaku manusia dan ditakdirkan Allah swt.`
Dalam kitab Kanzun najah Was-surrar Fi Fadhail Al-azmina Was-shuhar dan Kanzunajah wal surur fi al-adiyati al-lati tasrohu al-sudur yaitu pandangan syeh Abdul hamid Quds.
''Yang menjelaskan: banyak para wali Allah yang mempunyai pandangan spiritualyang tinggi mengatakan bahwa pada setiap tahun, Allah menurunkan 320.000 macam bencana ke bumi dan semua itu pertama kali terjadi pad hari Rabu terakhir di bulan shafar.
oleh sebab itu hari tersebut menjadi hari terberat di sepanjang tahun. Maka barang siapa yang melakukan shalat 4 rakaat(nawafil,sunah) dimana setiap rakaat setelah al fatikhah dibaca surat al-kautsar 17 kali lalu surat al-ikhlas 5 kali, surat al-falaq dan an-naas.masing masing sekali maka setelah itu membaca surah yassin dan do'a. maka Allah dengan kemurahanya akan menjaga orang yang brsangkutan dari semua bala bencana yang turun di hari itu sampai sempurna setahun.
Bagi orang orang yang berimanmeyakini bahwa setiap waktu, hari, tahun, asda manfaat dan mafsadah, ada guna dan ad a mudharatnya. hari bisa bermanfaat bagi seseoarang tetapi bisa juga naas bagi orang lain, jadi hadist yang tersebut diatas jangan dianggap sebagai suatu pedoman, bahwa setiap Rabu ahir bulan adalah naas yang harus kita hindari. sebatas kita sholat hajat lidaf'il bala almakhuf (untuk menolak bala yang dikhawatirkan) atau nawafillah mutlaqoh (sholat sunah mutlak) di perbolehkan bahkan di anjurkan karena hikmahnya adalah agar kita semakin dekat dengan
''Akhiru Arbi'ai fi al-syahri yawmu nahsin mustammir
(Rabu terakhir setiap bulan adalah sial terus)
Hadis ini lahirnya bertentangan dengan hadist shahih riwayaat imam al-Bukhari:
'' Tidak ada wabah(yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula ramalan sial, tidak pula burung hantu, dan tidak ada kesialan pada bulan shafar. Menghindarlah dari penyakit kusta sebagaimana engkau menghindari singa. (H.R. imam al-Bukhari dan Muslim).
Ungkapan hadist tersebut bermaksud meluruskan keyakinan golongan jahiliyyah karena pada masa itumereka berikeyakinan bahwa penyakit itu dapat menular dengan sendirinya, tanpa bersandar dari ketentuan takdir Allah swt. dan banyak hal yang bisa dijabarkan dalam hadist tersebut. berti kemungkinan hadist tersebut dhaif. namun hadist tersebut bila dikompromikan pun maknanya bahwa kesialan yang terus menerus itu hanya berlaku pada yang mempercayainya .Bukankah Hari-hari itu pada dasarnya netral? mengandung kemungkinan baik dan jelek sesuai dengan ikhtiyar perilaku manusia dan ditakdirkan Allah swt.`
Dalam kitab Kanzun najah Was-surrar Fi Fadhail Al-azmina Was-shuhar dan Kanzunajah wal surur fi al-adiyati al-lati tasrohu al-sudur yaitu pandangan syeh Abdul hamid Quds.
''Yang menjelaskan: banyak para wali Allah yang mempunyai pandangan spiritualyang tinggi mengatakan bahwa pada setiap tahun, Allah menurunkan 320.000 macam bencana ke bumi dan semua itu pertama kali terjadi pad hari Rabu terakhir di bulan shafar.
oleh sebab itu hari tersebut menjadi hari terberat di sepanjang tahun. Maka barang siapa yang melakukan shalat 4 rakaat(nawafil,sunah) dimana setiap rakaat setelah al fatikhah dibaca surat al-kautsar 17 kali lalu surat al-ikhlas 5 kali, surat al-falaq dan an-naas.masing masing sekali maka setelah itu membaca surah yassin dan do'a. maka Allah dengan kemurahanya akan menjaga orang yang brsangkutan dari semua bala bencana yang turun di hari itu sampai sempurna setahun.
Bagi orang orang yang berimanmeyakini bahwa setiap waktu, hari, tahun, asda manfaat dan mafsadah, ada guna dan ad a mudharatnya. hari bisa bermanfaat bagi seseoarang tetapi bisa juga naas bagi orang lain, jadi hadist yang tersebut diatas jangan dianggap sebagai suatu pedoman, bahwa setiap Rabu ahir bulan adalah naas yang harus kita hindari. sebatas kita sholat hajat lidaf'il bala almakhuf (untuk menolak bala yang dikhawatirkan) atau nawafillah mutlaqoh (sholat sunah mutlak) di perbolehkan bahkan di anjurkan karena hikmahnya adalah agar kita semakin dekat dengan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar