Sukses Tidak Harus Mengandalkan Gelar Akademik
Dalam dunia wirausaha semuanya
dianggap sama, gelar pendidikan dan uang bukanlah penghalang
untuk meraih sukses. Semua orang berkesempatan sama karena
kesuksesan ditentukan oleh dirinya sendiri, bukan harta, bukan
pula gelar pendidikan.
Belajar dari Pasangan Pengusaha
Hari dan Ika Wahono telah menuai sukses dengan berbisnis ayam bakar (Ayam Bakar Ganthari) yang saat ini memiliki 13 cabang dengan omzet mendekati 1 miliar setiap bulannya. Sebuah angka yang fantastis yang bisa membuat orang mengeluarkan air liurnya. Mereka adalah salah satu contoh orang yang tidak mengandalkan gelar sebagai penunjang kesuksesan mereka. Hari seorang lulusan Jurusan llmu Sosial Universitas Jember dan istrinya, Ika, adalah seorang lulusan Jurusan Politik Universitas Jember. Akan tetapi, mereka tidak menggunakan gelarnya untuk memperoleh pekerjaan, melainkan meniadakan gelar mereka dengan membuka usaha dari nol.
Hari dan Ika Wahono telah menuai sukses dengan berbisnis ayam bakar (Ayam Bakar Ganthari) yang saat ini memiliki 13 cabang dengan omzet mendekati 1 miliar setiap bulannya. Sebuah angka yang fantastis yang bisa membuat orang mengeluarkan air liurnya. Mereka adalah salah satu contoh orang yang tidak mengandalkan gelar sebagai penunjang kesuksesan mereka. Hari seorang lulusan Jurusan llmu Sosial Universitas Jember dan istrinya, Ika, adalah seorang lulusan Jurusan Politik Universitas Jember. Akan tetapi, mereka tidak menggunakan gelarnya untuk memperoleh pekerjaan, melainkan meniadakan gelar mereka dengan membuka usaha dari nol.
Usaha mereka dimulai dengan modal
uang Rp 200.000,- pada 1994 untuk membeli peralatan memasak.
Keinginan dari Hari dan Ika tersebut disebabkan mereka mampu
membuat sebuah rekomendasi bisnis yang saat itu belum dilakukan
orang di daerah yang mereka diami sehingga muncul keinginan
yang besar untuk dapat mengadakan usaha tersebut. Selain itu,
mereka mempunyai power yang lebih dengan memiliki konsep resep
makanan yang unik yang diperoleh mereka dari keluarganya. Tidak
terbayangkan oleh seorang Hari dan Ika untuk terjun menjadi
penjual ayam bakar, karena sewaktu menjadi mahasiswa dulu mereka
berpikiran dapat bekerja kepada orang lain dengan penghasilan
yang layak.
Akan tetapi, ternyata mereka
membuat keputusan yang benar, meskipun saat itu adalah hal
yang dilematis. Di mana Hari saat itu telah bekerja menjadi
karyawan yang bergerak dalam bidang kontraktor. Akan tetapi
keputusan yang berani dengan konsep yang matanglah yang membuat
mereka sukses. Usahanya berjualan ayam bakar mereka awali dengan
membuka warung kecil saja, dengan berjualan ayam bakar hanya
menghabiskan 6-7 ekor ayam saja, dan itu pun belum tentu
habis. Kondisi seperti inilah yang membuat mereka berpikir
keras, dan kemudian menghasilkan rekomendasi atas perbaikan
kualitas makanan dan pelayanan mereka yang disajikan kepada
customer.
Hasil pemikiran dan kerja keras
mereka yang konsisten serta promosi usaha mereka yang menarik
berbuah manis dan tentunya tidak sia-sia. Hal ini ditunjukkan
dengan peningkatan produksi yang biasanya hanya berani memotong
6-7 ekor ayam saja, waktu itu melonjak naik, bahkan menjadi
tempat favorit orang-orang hingga mereka mampu membuka 12 cabang
Ayam Bakar Ganthari, yang setiap harinya membutuhkan pasokan
hingga 700-800 ekor ayam. Bahkan sekarang usahanya bukan hanya
berada di Jakarta saja, melainkan telah sampai Pulau Bali.
Sebuah kisah sukses yang luar
biasa bukan? Sebuah bukti bahwa gelar tidaklah menjamin sukses
tidaknya seseorang karena penentu kesuksesan adalah diri mereka
sendiri. Jadi, jika hari ini ada orang yang masih
mengagung-agungkan gelar pendidikan dari universitas tempat
studinya, maka alangkah lucu tingkah orang tersebut. Sebagai
seorang wirausahawan, Anda harus bermental baja untuk tidak
gentar terhadap orang lain yang bergelar pendidikan tinggi.
Semua
orang diciptakan sama, yaitu sama-sama berkesempatan sukses. Akan tetapi, penentu akhir sukses tidaknya seseorang adalah diri mereka sendiri.
orang diciptakan sama, yaitu sama-sama berkesempatan sukses. Akan tetapi, penentu akhir sukses tidaknya seseorang adalah diri mereka sendiri.
Buktinya banyak orang yang bergelar
pendidikan tinggi mengalami kegagalan dalam hidupnya. Hal ini
disebabkan mindset mereka membayangkan setelah lulus dari
universitas lalu bekerja di perusahaan atau instansi pemerintah
dengan gaji yang layak untuk hidup. Sehingga ketika keinginannya
tidak tercapai, mereka menjadi pengangguran.
Akan tetapi, berbeda lagi dengan
orang-orang yang mau menjadikan dirinya sebagai wirausahawan yang
memberanikan dirinya untuk membuka usaha sendiri, tanpa berpikir
untuk jadi pegawai di perusahaan atau kantor orang lain. Bagi
mereka lebih baik berkepala di badan semut dibandingkan berekor
pada badan gajah. Walaupun sekecil apa sebuah usaha, ia adalah seorang pemimpin.
Tidakkah Anda merasa khawatir dan
tergerus hati Anda melihat kenyataan tersebut? Indonesia adalah
negara yang kaya dengan sumber daya alam dan baharinya, serta
dengan SDM nya, mengapa menjadi negara yang “miskin”? Ironisnya
dijajah oleh orang luar negeri dalam perekonomiannya, di mana
masyarakat Indonesia menjadi “pecundang” di negaranya sendiri
dengan bekerja kepada orang-orang pendatangdari luar negeri.
Jika Anda merasa khawatir, maka
bercita-citalah menjadi wirausahawan untuk meningkatkan mobilitas
perekonomian Indonesia. Jangan malah bercita-cita menjadi pegawai
yang hanya menunggu kapan ada perusahaan atau instansi yang
buka lowongan pekerjaan dengan mencari ke sana kemari untuk
mendapatkan informasi. Sekarang saatnya Anda berbenah dengan
bercita-cita dan mulai bertindak sebagai seorang Wirausahawan Sejati.
Copyright : kisahsukses.info
Tidak ada komentar:
Posting Komentar