Perkembangan demokrasi di Negara Indonesia yang kita
cintai dewasa ini memberikan kesempatan sebesar – besarnya kepada setiap
warga negara untuk berpartisipasi langsung dalam menentukan siapa
pemimpinnya, mulai dari Pilkades, Pilbup, Pilwakot, Pilgub, Pilleg dan
Pilpres.
Sebagian orang - orang berlomba untuk menjadi
seorang pemimpin agar mendapatkan kekuasaan, baik orang yang baik
maupun yang tidak baik, yang berkualitas ataupun yang tidak berkualitas,
yang bermoral ataupun yang tidak bermoral, mereka semua berlomba
mencari dukungan yang sebesar-besarnya agar dapat terpilih dan duduk
dalam kursi kekuasaan, yang membedakan orang – orang tersebut hanya pada
tujuannya, ada yang bertujuan dengan mendapatkan kekuasaan dapat
mempermudah diri dan kelompoknya dalam mencari dan menimbun harta
kekayaan serta ada juga yang bertujuan mengabdikan diri beserta
kemampuannya untuk bekerja dan berusaha agar dapat memberikan
kesejahteraan kepada setiap lapisan masyarakat.
Dalam persaingan meraih kekuasaan para calon - calon pemimpin melakukan berbagai macam daya dan upaya, kita sebagai pemilih jangan sampai terlena dan terkena tipu daya dengan berbagai macam bentuk usaha – usaha kotor guna mendapatkan dukungan, diantaranya adalah money politic dengan berbagai macam bentuk, yang biasanya dilakukan menjelang berlangsungnya pemilihan, seperti
sumbangan – sumbangan apapun bentuknya, membagi – bagikan uang dengan
total nilai yang fantastis apapun namanya, baik uang lelah ataupun uang
transport dan sebagainya (apakah kita rela dipimpin oleh orang yang
memberikan 50 – 100 ribu dan kemudian orang tersebut mencuri dan
merampas hak – hak kita yang nilainya jauh lebih besar?!) serta juga
dengan adanya janji - janji kosong, kunjungan – kunjungan, acara – acara
bakti sosial, atau usaha – usaha lainnya untuk membentuk sebuah citra
alias politik pencitraan, yang tidak sesuai dengan kenyataannya, untuk itu sudah saatnya kita harus bersikap cerdas dan jeli dalam melihat kualitas para calon - calon pemimpin tersebut.
Mencari seorang pemimpin yang tepat tidaklah
mudah, kewajiban kita sebagai anak bangsa adalah berusaha memilih
pemimpin yang terbaik dari yang baik di segala level kepemimpinan, karna
baik tidaknya pemimpin secara langsung ataupun tidak langsung pasti
berimbas pada apa yang di pimpinnya. Sebelum menentukan pilihan dalam
mencari seorang pemimpin kita harus mengetahui kriteria – kriteria dari
seorang pemimpin yang ideal, yang secara garis besar adalah
: 1. Sidiq (Jujur) 2. Tablig (menyampaikan) 3. Amanah, 4. Fathonah
(Cerdas), yang berarti seorang pemimpin harus memiliki integritas,
kredibilitas, moralitas, kapabilitas dan transparan dalam setiap
kebijakannya, karena “Jika Urusan Diserahkan Pada Yang Bukan Ahlinya,
Tunggulah Kehancurannya”. Kepada para calon – calon
pemimpin hendaknya dapat mengukur diri dan berfikir bahwa kepemimpinan
atau jabatan adalah amanah yang sangat berat dan merupakan bentuk dari
sebuah pengabdian serta tanggung jawab, bukan sebuah kesempatan untuk
mencari kekayaan dan kemuliaan.
Mungkin sebagian besar dari kita merasa
lelah, mengabaikan dan menggangap tidak penting untuk menggunakan hak
kita dalam memilih para pemimpin, “toh siapapun pemimpinnya tidak akan
banyak pengaruhnya terhadap kita” celetuk si Lica, sebuah ungkapan
pesimis yang sering kita dengar, sebuah ungkapan yang timbul karena ulah
para oknum - oknum pemimpin kita yang lebih sibuk memperkaya diri dan
kelompoknya dibandingkan bekerja untuk mensejahterakan rakyatnya. Memilih
pemimpin lebih dari sebagai sebuah hak, memilih pemimpin adalah sebuah
usaha kita semua sebagai pribadi – pribadi untuk menentukan siapa
pemimpin kita, “….Sesungguhnya Allah Tidak Akan Merubah Keadaan (Nasib)
Suatu Kaum, Sehingga Mereka Merubah Keadaan (Nasib) Yang Ada Pada Diri
Mereka Sendiri….”, dalam konteks memilih para pemimpin sudah
saatnya kita memilih benar – benar menggunakan akal dan pikiran
berlandaskan hati nurani, bukan sekedar karena adanya aspek kesukuan dan
kedekatan pribadi atau karena adanya kepentingan serta tujuan – tujuan
sesaat yang menguntungkan pribadi atau golongan, yang malahan nantinya
akan menyengsarakan adik – adik, anak – anak dan cucu – cucu kita, hanya
karena kesalahan kita dalam memilih para pemimpin.
Tak ada gading yang tak retak, tidak ada
manusia yang sempurna begitu pula para calon pemimpin kita, untuk itu
pilihlah calon pemimpin yang memiliki atau mendekati kriteria – kriteria
sebagai seorang pemimpin yang ideal, paling tidak para calon pemimpin
tersebut harus memiliki rekam jejak yang baik, visi, misi dan program
rencana kerja yang tepat, masuk akal dan jelas, agar kiranya calon
pemimpin yang kita pilih tersebut dapat membawa perubahan dalam segala
sendi kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara menjadi lebih baik.
salam: Afidz Trimo pandumenggusti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar